Global Visitor

Flag Counter

Smart Backlink

Free Auto Backlink - Gratis Backlink Otomatis

LOGOKU

LOGOKU

WRITING AND TELL A STORY WITH THE HEART

Posted by Unknown Sunday, March 16, 2014 0 comments


MENULIS DAN BERCERITA DENGAN HATI
WRITING AND TELL A STORY WITH THE HEART

1. Agar ceritanya menarik, hindari alur yang berliku dan membingungkan, untuk menhindari kejenuhan pembaca, Segera tunjukkan persoalannya pada pembaca. Munculkan tokoh utama atau setidaknya persiapkan kemunculannya melalui peristiwa yang bakal menyeretnya ke liku-liku cerita selanjutnya.



2. Munculkan tiap karakter pada situasi yang tepat dan buat kisahnya se-dramatis mungkin. Sebagai contoh, jika di bagian akhir cerita kita akan menggambarkan tokoh berhasil mengatasi semua masalah, tunjukkan di bagian awal cerita bagaimana dia “menemukan” dan berjuang mengatasi masalah tersebut.



3. Tunjukkan "protagonis" dan "antagonis" melalui tindak-tanduk mereka, walaupun agak samar diperlukan demi membangun rasa penasaran. Dengan cara ini kita bisa melibatkan emosi pembaca. Bahkan jika tokoh utamanya adalah orang yang kejam, tokoh kita bisa tetap disukai apabila kita mampu memperlihatkan perilaku-perilaku tertentu dari tokoh yang membuat pembaca jatuh hati padanya.

4. Bangunlah latar cerita yang meyakinkan, baik itu latar tempat atau background cerita, latar waktu, latar suasana, maupun latar sosial.

5. Bangunlah wilayah konflik. Contohnya, jika latar cerita adalah instalasi pesawat ruang angkasa, maka bisa kita buat wilayah konfliknya adalah hubungan anak buah dan komandan, atau sebaliknya, walau tidak selalu, bisa saja tokoh kita adalah seorang jongos di laboratorium tersebut.



Anti Klimaks :

6. Kembangkan karakter-karakter kita melalui tindakan dan dialog. Show, don't tell, Beri karakter kita motivasi yang cukup untuk tiap tindakan dan perkataan mereka.

7. Kembangkan plot sebagai rangkaian masalah serius yang makin meninggi frekuensinya. Misalnya, pameran utama cerita kita menemukan sebuah alat anti-materi di bagian awal, menghadapi musuh berat di bagian tengah, dan menghadapi bahaya global karena anti-materi tidak berfungsi atau kehilangan kendali di bagian akhir.

Klimaks :

8. Tampilkan di bagian ini konflik yang paling besar segera setelah sesuatu berkembang sedemikian rupa dan membahayakan, bangunlah alur cerita yang melibatkan emosi pembaca. Satu tindakan keliru, bisa oleh tokoh utama, semuanya berantakan. Inilah yang disebut klimak, yang sebetulnya sudah tersirat sejak awal tetapi benar-benar tidak bisa diperkirakan.

Must Remember

9. Ingatlah bahwa tidak ada hal yangdisebut kebetulan terus menerus dalam sebuah cerita. Kenapa tokoh kita bernama Juan, misalnya. Kenapa ia bekerja di Instalasi Pesawat? Tentu saja, kita bisa menulis suka-suka kita karena kita adalah Tuhan bagi cerita kita sendiri. Ternyata si Juan punya dua istri, anaknya sudah gadis, pemabuk sekaligus pria dermawan. Akan tetapi, jika kita memiliki alasan untuk semua itu, cerita kita akan lebih menarik karena menyodorkan pembaca banyak lapisan makna.

10. Mengertilah arti kesepakatan dan dan itu bisa dilanggar jika kita punya alasan kuat untuk hal tersebut. Misalnya, kita mau menulis cerita horor. Bagaimana jika ghost breaker kita adalah orang yang suka main biola, playboy, dan agresif? , ikutlah trend di banyak cerita, agar tidak terlalu menyimpang, Tetapi tokoh ini mungkin akan memberikan kejutan tersendiri. Ia memiliki sekian banyak keterbatasan, dan dengan segala keterbatasan itu ia mengatasi persoalan.

Yang terakhir, last but not least :
Pertama, rajin membaca. Dengan banyak membaca, kita jadi punya bahan untuk membuat cerita kita lebih menarik.
Kedua, tentu saja menulis/latihan. Semakin rajin berlatih menulis, kita akan semakin mengenal gaya menulis kita, kelemahan, dan hal-hal menarik tentang style cerita.

Semoga bermanfaat.


Read More..

PANDUAN MENJADI NARASUMBER ACARA/FASILITATOR

Posted by Unknown Wednesday, March 12, 2014 0 comments



PANDUAN FASILITATOR DALAM MEMFASILITASI SEBUAH PELATIHAN

A.PERSIAPAN

1.Materi

a. Merumuskan tujuan materi yang hendak dicapai.
b.Merancang sistimatika berdasarkan tujuannya.
c.Pelajari dan pahami kondisi peserta ( pendidikan,usia,
ekonomi ,sosial budaya, adat istiadat dan agama
d.Pastikan bahwa anda menguasai materi.

2. Alat Bantu ( Alat Peraga )

a.Kartu,skema , bagan,statistik,radio,tape,vcd,televisi
b.OHP,transparan,LCD/Infocus.
c.Ukuran tulisan disesuaikan dengan luas ruangan agar
dapat dibaca oleh seluruh peserta ( jangan kecil )

B.SAAT MEMFASILITASI.

1.Posisi Berdiri ( disesuaikan dengan keadaan ruangan)
a.Tempat yang dianggap strategis ( bisa kontak mata
dengan peserta ). Sebaiknya berada ditengah-tengah
pada bagian depan ruangan.Sesekali boleh kesamping
kiri atau kanan,Kedepan atau kebelakang.Menatap
peserta dengan penuh simpatik.
b.Jika dibantu alat peraga,Anda sebaiknya pada posisi
miring agar tidak sepenuhnya membelakangi peserta
Anda harus tetap menjalin kontak dengan peserta.
c. Saat menulis dipapan tulis sebaiknya tidak dilakukan
sambil berbicara,dan harus memberi keleluasaan bagi
peserta agar dapat membaca apa yang sedang Anda
tulis,biasanya dalam posisi miring.
d. Carilah variasi posisi agar penampilan tidak terkesan
kaku atau gugup.
e. Berdirilah dengan santai tetapi sopan sehingga penampilan
Anda terkesan simpatik.

2.Penyajian Materi.

a. Sajikan materi secara berurutan dan sistematis.
b.Gunakan metode andragogi:berceramah-tanya jawab
pemberian tugas,diskusi,problem solving,permainan.
c.Libatkan peserta sehingga suasana menjadi hidup dan
bermakna bagi mereka.

3.Cara Berbicara.

a.Berbicara tidak terlalu cepat atau terlalu lambat.
b.Gunakanlah bahasa yang sedrhana dan mudah dipahami.
c.Dapat gunakan bahasa daerah setempat.
d.Berusaha untuk tidak memotong pembicaraan; kecuali
sudah menyimpang dari topik pembicaraan dan atau
sudah bertele-tele.

4.Penguasaan Kelas/Peserta.

Bertindak sebagai Moderator atau Polisi Lalu Lintas.
Kita dianggap sebagai center of attention, buatlah semenarik mungkin.

5.Penggunaan Alat Bantu( Alat Peraga)

a.Gunakan alat bantu/alat peraga yang telah disiapkan.
b.Tampilkan alat bantu/alat peraga pada saat yang tepat.

6.Buatlah Kesimpulan.

Pada bagian akhir penyajian, hendaknya dapat membuat
Peneguhan berupa kesimpulan.Anda dapat juga melibat-
Kan peserta dalam menarik atau membuat kesimpulan
Tersebut.

C.MELAKUKAN EVALUASI.

Pada akhir pelatihan,dapat dilakuan evaluasi terhadap
Bahan/materi,penyelenggaraan,maupun Fasilitator.
Evaluasi dapat berupa soal tes dan angket tertutup Maupu
angket terbuka.
Bertanya langsung kepada para peserta tentang penjelasan yang disampaikan oleh Fasilitator.
Evaluasi bermanfaat untuk
Melakukan perbaikan pada masa yang akan datang.

sekian dulu para pembaca yang budiman, semoga bermanfaat.
Read More..

BONGKIT, TWILIGHT OF A LEGEND

Posted by Unknown Friday, February 21, 2014 0 comments
Cerita ini bermula di kampung Bukang, tepatnya di sebuah hutan rawa tropis yang bernama Bukang panyaah.


Suatu waktu, dalam sebuah perjalanan pulang dari mencari kopa/kulit kayu untuk bahan pakaian, seorang nenek bersama cucunya yang masih kecil, karena letih dalam perjalanan, mereka merasa haus, dan sampailah mereka disebuah sungai kecil, dan disitulah mereka melepas dahaga dengan menggunakan tangan untuk minum.

Sebelum niat untuk minum kesampaian, muncullah sebuah tangan aneh yang langsung melilit dan menarik tubuhnya kedalam sungai, cucunya yang kecil berusaha menolong dengan menarik tubuh sang nenek, sayang sekali, tenaga sang mahluk aneh tersebut sangat kuat, sehingga usaha sang cucu menjadi sia-sia. Malanglah nasib sang nenek, ditarik kedasar sungai yang berlumpur dan menjadi santapan mahluk tersebut, sang cucu selamat dari mangsa mahluk yang menurut kesaksian orang-orang yang pernah melihat, ciri-ciri mahluk tersebut adalah berlengan delapan, bermata besar, berwarna kuning keabua-abuan, dan kadang-kadang terlihat berjemur tersebut. Binatang atau mahluk ini menjadi legenda yang ditakuti, dalam bahasa Daayak simpakng disebut Bongkit.

Sesungguhnya, sungai / kali tersebut sering dilalui mereka dalam mencari kulit kayu, walau sering dihindari oleh orang, karena terkenal angker dan sering membuat orang nyasar atau kehilangan arah. Dengan padang pakis yang datar yang luas, tanpa kayu besar sebagai patokan perjalanan, satu-satunya jenis tanaman yang tumbuh tinggi di hutan rawa tersebut hanyalah pohon rumbia atau sagu, wilayah tersebut sering dihindari untuk dikunjungi dikarenakan keadaan tersebut.

Tetapi nenek dan cucu tersebut merasa terbiasa dengan wilayah tersebut, sebab kayu kopaa banyak tumbuh di rawa tersebut, sebab lainnya, wilayah tersebut tidak begitu jauh dari wilayah pemukiman mereka ( rumah batakng).
Cerita tersebut terjadi di sekitar kampungku tigaratusan tahun yang lalu, ini bukan cerita horor untuk menakuti anak-anak yang suka bermain di hutan rawa berlumpur, tapi untuk mengingatkan semua orang dimuka bumi ini, bahwa, kemungkinan besar, mahluk cryptid dari sisa sisa peradaban pra-sejarah masih eksis dan selau mengancam kita jika tidak waspada.

Menurut pendapat saya pribadi, tersangka utama adalah mahluk yang disebut gurita air tawar, yang mengalami evolusi jutaan tahun, terdesak oleh relung dan rantai makanan, mereka beradaptasi ke wilayah pedalaman, melawan arah air mengalir, dan menemukan habitat baru mereka di wilayah air berlumpur. Walau saya sendiri belum pernah melakukan penelitian terhadap komunitas Gurita secara khusus, tapi, saya pernah membaca di website dan blog-blog lain tentang mahluk ini. Gurita memiliki kemampuan adaptif yang tinggi, ahli menyamar dan menyergap mangsa secara tiba-tiba, sebab mereka termasuk molusca raksasa yang bersifat carnivora. Dan (mungkin) karena evolusi, mereka juga memiliki racun mematikan dalam setiap sengatan mereka.

Sesuai dengan kesaksian dari penutur cerita lisan, bahwa bentuk fisik mereka adalah berlengan delapan, dan berbuku-buku, dengan mata yang besar dan kepala yang bulat layaknya kepala seorang bayi. Dengan ciri-ciri tersebut, besarlah kecurigaan saya pada mahluk ini, yang pada zaman modern sekarang ini sangaat mirip dan atau kedengaran seperti Gurita.

Demi kepuasan pembaca, admin akan mencari sumber dan referensi cerita yang memadai demi kelanjutan blog ini.

nantikan kisah saya berikutnya.

warm regards

Read More..

PEREMPUAN IBLIS

Posted by Unknown Wednesday, February 12, 2014 0 comments


Kisah ini bermula kurang lebih tahun 1800 an di jaman pemeri tahan Patingggi DUYUNG [ Bukang], tentang seorang perempuan Kanibal, inilah orang yang akan mengisi cerita saya berikut ini.
Sebagai orang pribumi dusun Bukang, saya berusaha mencari referensi yang memadai untuk bercerita secara valid dengan mencari narasumber yang terpercaya.
Alkisah, Pateh Lelek ( Tokoh Masyarakat Adat yang dianggap Raja dayak, pemimpin Bukang-Banjur, sebuah wilayah setingkat Desa, Kepala Suku ), berlayar ke tanah Jawa, perjalanan yang sangat jauh, sebab, dari dulu, tanah jawa dan kalimantan barat sudah memiliki hubungan perdagangan dan politik, dalam perjalanan itu, beliau membeli atau memperoleh sebuah lela/lila (meriam kecil terbuat dari tembaga), dalam perjalan pulang melewati Kerajaan Simpang/Kuala Simpang, Raja Simpang menginginkan Senjata tersebut untuk menambah persenjataan kerajaan Simpang, dengan tawar menawar harga yang berlangsung seru, pada akhirnya, Pateh Lelek tidak melepaskan Senjata Lela tersebut untuk ditukar dengan (atau dibeli) dengan apapun.

Dengan sebuah penawaran yang lebih menggiurkan, Raja Simpang berusaha mendapatkan Senjata tersebut, Raja menawarkan seorang Gadis Cantik bernama Nek Moh untuk ditukarkan, dan gadis tersebut tidak jelas asal usulnya, karena, seperti yang kita ketahui, dalam sebuah istana banyak terdapat budak sahaya, yang diperoleh dalam tawanan perang , invasi keluar wilayah dan atau dalam transaksi jualbeli budak ( ulun hamba sri raja dalam bahasa dayak). Setelah melihat gadis tersebut, Pateh Lelek merasa tertarik, dan proses pertukaran (trafficking??) terjadi. Senjatapun bertukar tangan dengan barter seorang gadis.
Setelah melewati perjalanan yang lumayan panjang dengan berjalan kaki melewati jalan setapak hutan belantara ( Kerajaan Simpang Berada di Matan, Sekarang Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat ), mereka sampai di kampung Bukang ( tanah kelahiran Pateh Lelek dan diriku penulis blog ini :D). Kecantikan Nek Moh tersebar luas, memikat dan menarik perhatian seorang pemuda bernama Menes ( Tokoh berikutnya ). Menes berusaha memikat gadis tersebut dan mencari perhatian Pateh Lelek, agar mendapat restu dari orang tua tersebut. Dan gayungpun bersambut, Nek Moh pun membalas cinta sang pemuda tersebut.
Dan pernikahan merekapun terjadi setelah mendapat restu Pateh Lelek, pernikahan dilakukan ditempat kediaman Pateh Lelek dengan acara adat yang seharusnya, kedua mempelai membina rumah tangga di sebuah tempat bernama Bangorapm, karena, keinginan hidup mandiri, dan mereka melahirkan anak-anak pelanjut keturunan layaknya keluarga normal lainnya. Setelah sekian lama menetap di Bangorapm, mereka berpindah ke suatu tempat bernama Sekutu, membesarkan anak-anak mereka dan menciptakan sebuah komunitas kecil, yang kemudian dikenal dan disebut dengan nama tonah bulan bintang, yang sampai hari ini tidak boleh didatangi oleh orang lain ( nanti pada akhir cerita akan saya jelaskan maksudnya ).
Setelah membina kehidupan rumah tangga sekian lama, Menes mulai mencium adanya sesuatu yang kurang beres, sabab, sang istri suka mengasingkan diri dari perhatiannya, awalnya, Menes tidak terlalu memperhatikan tingkah sang istri dikarenakan kesibukannya sebagai petani peladang dan pemburu binatang liar, layaknya orang Dayak kebanyakan pada zaman itu ( 1800-an).
Sebagai peladang, Menes memiliki rekan-rekan dari kampung lain sekitar, dari mereka, Menes mendengar cerita yang berkembang dari penduduk-penduduk sekitar Sekutu, cerita yang sering dia dengar adalah, bahwa, sering terjadi penculikan terhadap anak-anak, tanpa bekas dan jejak, yang dicurigai pertama kali adalah pengayauan dari sub suku dayak lain demi mencari kepala-kepala kayau. Menurut informasi dari para pengayau, setiap anak suku yang mengayau akan mengaku melakukan pengayauan setelah mereka mendapat kepala kayau, tapi, informasi tersebut tidak diperoleh darimanapun, misteri ini belum dapat dijelaskan. Dalam setiap tradisi mengayau, selalu ada penjelasannya, pelaku, korban, dan tempat kejadian akan segera diketahui demi sebuah pengumuman pembalasan dendam. Dalam misteri ini, tidak ada jejak atau petunjuk apapun yang tertinggal.
Keluarga Menes yang hidup agak jauh dari komunitas ramai ( dalam bahasa dayak disebut Dukoh /pedukuhan ) harus waspada, sebab mereka akan menjadi sasaran empuk, tanpa pertolongan, tanpa persenjataan memadai dan yang pasti kalah jumlah, kalau ada pengayauan ‘misterius’. Untuk menyikapi hal tersebut, Menes sebagai kepala keluarga berinisiatif membangun pertahanan, dengan menyingkirkan bangunan yang akan menghalangi pertahanan ataupun pelarian yang lazin dibuat di rumah betang ( Batang dalam bahasa Dayak Simpang )
Maka, suatu hari, bersama anak-anaknya yang beranjak remaja dan sebagian anaknya sudah berkeluarga dan memiliki anak ( sebagian anaknya sudah memisahkan diri dalam sekat rumah Batang), Menes membongkar bangunan yang kurang berfungsi dan memperkuat Bangunan utama, saat mereka membongkar tempat penyimpanan padi, mereka mencium bau pekasapm ( daging yang difermentasikan ), sewaktu diperiksa, mereka menemukan lengan utuh seorang anak, terkejutlah Menes dan anak-anaknya, mereka berusaha menyimpan rahasia itu dari orang diluar keluarga dan saling mencurigai satu sama lain, mengakibatkan rusaknya harmonisasi keluarga tersebut.
Sepandai-pandainya mereka menyimpan rahasia, akhirnya orang diluar komunitas Sekutu mendengar juga berita tersebut, dan mulai tersebar rumor bahwa, di Sekutu ada orang Buat ( kanibal) yang memakan anak-anak. Berita tersebut tentu saja membuat Menes marah, dan bila bertemu orang diluar komunitas, Menes akan membuat orang tersebut ketakutan dan tidak berani membuat omongan yang menyinggung masalah tersebut lagi.
Tahun demi tahun berlanjut, beranak cuculah Menes dan Nek Moh, makin besarlah komunitas tersebut, pada suatu ketika, hilanglah seorang anak dari komunitas tersebut, yang tak lain dari cucu Menes dan Nek Moh. Mereka berusaha mencari keberadaannya. Setelah melakukan pencarian yang panjang, kecurigaan mengarah pada satu tersangka utama, yaitu Nek Moh sendiri, sebab dengan bukti bahwa Nek Moh tertangkap basah sedang memakan daging manusia dengan tubuh anak-anak di tempat persembunyiannya disekitar Rumah Batang, sejak tertangkap basah, Nek Moh melarikan diri ke hutan. Kejadian itu tentu saja membuat gempar seluruh tanah Kerajaan, oleh Pateh Lelek, Nek Moh dijadikan buronan nomor satu, sebagai manusia luar gantang ( boleh diperlakukan sesuka hati ).

Dalam sebuah kesempatan, sekelompok pemburu menemukan Nek Moh sedang memasak daging manusia disebuah hutan, dan berhasil menikam dadanya dengan tombak berburu, sayang sekali, perempuan iblis yang telah memakan cucunya itu bisa sembuh dalam sekejap hanya dengan menekan bekas luka dengan penokan (tempat kapur sirih). Gagallah upaya mereka untuk membunuh Nek Moh.

Pateh Lelek sebagai Raja Bukang Banjur merasa bertanggungjawab atas ketidaknyamanan dan keamanan penduduk, setelah melakukan ritual pemanggilan sukma, Pateh Lelek berhasil mendatangkan Raga dan Sukma Nek Moh, berkat bantuan salah seorang cucunya, yang mengerti kelemahan Nek Moh, akhirnya Nek Moh terpancing untuk mengikuti mereka memanjat buah duku, dan diatas pohon, mereka memukul tubuh tua yang kontroversial itu dengan kayu yang berduri ( pamentong rukam ), nasib dan cerita tragis berakhir. Nek Moh mati ditangan cucunya sendiri.

cerita yang dimulai dengan penukaran atau pembelian manusia, kanibalisme, dan pembunuhan, serta diakhiri pembunuhan ini telah diketahui oleh turun temurun di kampungku, sebagai aib yang memalukan, dan jangan sampai terjadi lagi.

wilayah sekutu sampai sekarang masih terisolasi, karena, apabila ada orang yang menginjakkan kaki di tonah bulan bintang, maka dia akan dirasuki oleh roh kanibal.

sekian dulu postingan kali ini, semoga "menghibur".
narasumber : Simon Itang/ Kek Padong (Masih hidup sampai sekarang, yang jelas narasumber bukan kanibal.. hahahahahahahaha :D)



Read More..

Menyambut Komunikasi Global, Pentingnya Bahasa Inggris

Posted by Unknown Monday, February 10, 2014 1 comments
Gelombang Global marketing menimpa kita dengan dahsyat, contoh paling sederhana adalah munculnya stasiun-stasiun TV berbayar. Saluran yang mereka tawarkan semakin beragam, dengan kemasan dan penawaran yang menarik hati, membuka mata dan pikiran kita terhadap luasnya dunia, dan tayangan mereka kebanyakan berbahasa inggris, alhasil, kemampuan penerjemahan dan pemahaman kita akan bahasa inggris sangat dibutuhkan.

kemampuan berbahasa dan mengolah kata dalam bahasa inggris sangat dibutuhkan dalam masa sekarang, bayangkan bila anda menonton film "Alice in The Wonderland" tanpa mengerti apa yang diucapkan oleh si jelita Anne hathawai, sepertinya saya benar-benar mengidolakan Anne Hathaway, coba bayangkan, kita hanya bisa lihat wajah cantiknya tanpa mengerti apa yang diucapkan, sungguh akan sangat disayangkan film sebagus itu tidak dapat dinikmati seratus persen jalan ceritanya, hanya disebabkan minimnya pengetahuan berbahasa inggris.

Para Blogger juga butuh pengetahuan yang memadai dalam berbahasa inggris, sebab, salah satu syarat blogger sukses adalah bisa berbahasa inggris. Fitur-fitur untuk mempercantik tampilan Blog menggunakan bahasa inggris, mencari penghasilan lewat google adsense tentu saja membutuhkan keahlian berbahasa inggris. account di amazon, dan situs pemburu dollar yang banyak bertebaran di dunia maya juga membutuhkan kemampuan bahasa inggris. www.e.compusoft.co.id/kontes

Banyak kemudahan yang akan kita dapat, apabila kita memiliki kemampuan berbahasa inggris, seperti peluang karir yang lebih baik, bahkan sampai pergaulan yang luas bisa ditunjang oleh kemampuan berbahasa inggris.

Dewasa ini, banyak lembaga kursus bahasa inggris dengan penawaran garansi pasti bisa, waktu SMP, saya pernah mengikuti kursus bahasa inggris untuk pemula, akan tetapi, sangat disayangkan, saya kurang aktif mengikuti kursus tersebut, sehingga kurang maksimal hasilnya. Syarat utama dalam belajar Bahasa Inggis adalah : Sukai dan jadikan Hobby, maka, segalanya terasa menyenangkan.

Syarat yang lain adalah : Jangan membaca artikel 'berat' dalam bahasa inggris, carilah materi yang fresh, tentang kehidupan sehari-hari, dengan bahasa yang ringan dan up to date.

Karena sekarang adalah masanya serba Online, Kursus bahasa inggris juga tersedia via Online, dan yang sangat saya rekomendasikan adalah :www.kursusinggrisonline.com dimana mereka menyediakan modul pembelajaran yang sangat menyenangkan, kapan saja, dimana saja tanpa batas tempat dan waktu, asalkan tersedia jaringan internet.



Kursus Online di e.compusoft.co.id akan terasa sangat menyenangkan, dengan biaya yang terjangkau, modul yang lengkap ( 32 modul pembelajaran )



modulnya berupa CD audio visual dan buku-buku panduan praktis yang menarik dan pasti menyenangkan.

lembaga kursus ini juga menyediakan program afiliasi bagi Blogger, dan yang jelas, program afiliasi ini pasti terpercaya, menguntungkan, dan transparansinya terjamin dengan mengakses langsung ke website www.kursusinggrisonline.com, setiap memperoleh jaringan satu orang maka, kita akan mendapatkan rp. 50.000. yang akan langsung ditransfer ke rekening kita.


Read More..

PLUTONIUM, ISI PERUT BUMI YANG MENGERIKAN

Posted by Unknown Monday, December 16, 2013 0 comments
karena diwilayah saya kedatangan (dimasuki maksudnya) oleh pertambangan, jadi, salah satu ahli mereka menduga/mencurigai adanya bahan tambang yang berbahaya pada salah satu bukit (:/), hal tersebut menggugah keinginan saya, untuk terus mencari keterangan yang memadai tentang bahan tambang tersebut, dan untuk kalian, semoga bermanfaat yaa...

PLUTONIUM

Keterangan Umum Unsur
Nama, Lambang, Nomor atom
plutonium, Pu, 94
Deret kimia
aktinida

Penampilan
putih keperakan

Massa [ atom
(244) [ g/mol

Konfigurasi elektron
[Rn] 5f6 7s2

Jumlah elektron tiap kulit
2, 8, 18, 32, 24, 8, 2
Ciri-ciri fisik
Fase
padat

Massa jenis (sekitar suhu kamar)
19,816 g/cm³
Massa jenis cair pada titik lebur
16,63 g/cm³
Titik lebur
912,5 K
(639,4 °C, 1182,9 °F)

Titik didih
3505 K
(3228 °C, 5842 °F)

Kalor peleburan
2,82 kJ/mol
Kalor penguapan
333,5 kJ/mol
Kapasitas kalor
(25 °C) 35,5 J/(mol•K)
Tekanan uap

P/Pa 1 10 100 1 k 10 k 100 k
pada T/K 1756 1953 2198 2511 2926 3499

Ciri-ciri atom
Struktur kristal
monoklinik

Bilangan oksidasi
6, 5, 4, 3
(Oksida amfoter)

Elektronegativitas
1,28 (skala Pauling)

Energi ionisasi
pertama: 584,7 kJ/mol
Jari-jari atom
175 pm

Lain-lain
Sifat magnetik
tiada data
Hambat jenis listrik
(0 °C) 1,460 µΩ•m
Konduktivitas termal
(300 K) 6,74 W/(m•K)
Ekspansi termal
(25 °C) 46,7 µm/(m•K)
Kecepatan suara (kawat tipis)
(20 °C) 2260 m/s

Modulus Young
96 GPa
Modulus geser
43 GPa
Nisbah Poisson
0,21
Nomor CAS
7440-07-5
Isotop
iso
NA
waktu paruh
DM
DE (MeV)
DP

238Pu syn
88 thn
SF
— —
α
5,5 234U

239Pu syn
2,41 × 104 thn
SF
— —
α
5,245 235U

240Pu syn
6,5 × 103 thn
SF
— —
α
5,256 236U

241Pu syn
14 thn
β−
0,02078 241Am

SF
— —
242Pu syn
3,73 × 105 thn
SF — —
α 4.984 238U

244Pu kelumit
8,08 × 107 thn
α
4,666 240U

SF
— —

Referensi
Plutonium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Pu dan nomor atom 94. Ia merupakan unsur radioaktif transuranium yang langka dan merupakan logam aktinida dengan penampilan berwarna putih keperakan. Ketika terpapar dengan udara, ia akan mengusam oleh karena pembentukan plutonium(IV) oksida yang menutupi permukaan logam. Unsur ini pada dasarnya memiliki enam alotrop dan empat keadaan oksidasi. Ia bereaksi dengan karbon, halogen, nitrogen, dan silikon. Ketika terpapar dengan kelembaban udara, ia akan membentuk oksida dan hidrida dengan volume 70% lebih besar dan menjadi bubuk yang dapat menyala secara spontan. Ia juga merupakan racun radiologis yang dapat berakumulasi dalam sumsum tulang. Oleh karena sifat-sifat seperti inilah, proses penanganan plutonium cukup berbahaya, walaupun tingkat toksisitas keseluruhan logam ini kadang-kadang terlalu dibesar-besarkan.
Istotop terpenting plutonium adalah plutonium-239 yang memiliki umur paruh 24.100 tahun. Plutonium-239 merupakan fisil, yakni ia dapat memecah ketika dibombardir oleh neutron termal, melepaskan energi, radiasi gamma, dan neutron yang lebih banyak. Oleh karena itu, dia dapat mempertahankan reaksi rantai nuklir setelah mencapai massa kritis. Sifat-sifat inilah yang memungkinkan plutonium digunakan sebagai senjata nuklir dan digunakan pada beberapa reaktor nuklir. Isotop paling stabil plutonium adalah plutonium-244, dengan umur paruh sekitar 80 juta tahun. Umur paruh ini cukup panjang untuk bisa ditemukan secara alami dalam jumlah kecil. Plutonium-238 memiliki umur paruh 88 tahun dan memancarkan partikel alfa. Ia adalah sumber panas pada generator termolistrik radioisotop (digunakan pada beberapa pesawat antariksa). Plutonium-240 memiliki laju fisi spontan yang tinggi sehingga akan meningkatkan tingkat neutron latar pada sampel. Keberadaan Pu-240 akan membatasi potensi daya dan senjata suatu sampel. Ia juga digunakan sebagai titik tolok penentuan tingkat (grade) plutonium: tingkat senjata (< 7%), tingkat bahan bakar (7–19%), dan tingkat reaktor (> 19%). Pu-238 dapat disintesis dengan membombardir uranium-238 dengan deuteron, sedangkan Pu-239 dengan disintesis dengan membombardir uranium-238 dengan neutron.
Unsur 94 pertama kali disintesis oleh sekelompok ilmuwan yang dipimpin oleh Glenn T. Seaborg dan Edwin McMillan di Universitas California, Berkeley pada tahun 1940. McMillan kemudian menamai unsur baru tersebut plutonium (atas nama Pluto). Penemuan plutonium kemudian menjadi bagian penting dalam Proyek Manhattan untuk mengembangkan bom atom selama Perang Dunia II. Uji nuklir pertama, "Trinity" (Juli 1945), dan bom atom kedua ("Fat Man") yang digunakan untuk menghancurkan kota Nagasaki (Agustus 1945) memiliki inti Pu-239.
Daftar isi
[sembunyikan]
• 1 Karakteristik
o 1.1 Fisik
o 1.2 Alotrop
o 1.3 Fisi nuklir
o 1.4 Isotop dan sintesis
o 1.5 Sifat kimiawi dan senyawa plutonium
o 1.6 Keberadaan
• 2 Sejarah
o 2.1 Penemuan
o 2.2 Penelitian awal
o 2.3 Produksi semasa Proyek Manhattan
o 2.4 Bom atom Trinity dan Fat Man
o 2.5 Penggunaan pada Perang Dingin dan limbah nuklir
o 2.6 Percobaan medis
• 3 Penerapan
o 3.1 Bahan peledak
o 3.2 Penggunaan limbah nuklir
o 3.3 Sumber tenaga dan panas
• 4 Wewanti
o 4.1 Toksisitas
o 4.2 Massa kritis
o 4.3 Kemudahbakaran
• 5 Lihat pula
• 6 Catatan kaki
• 7 Referensi
• 8 Bibliografi
• 9 Pranala luar

[sunting] Karakteristik
[sunting] Fisik
Sama seperti logam-logam lainnya, plutonium memiliki penampilan perak mengkilat. Namun ketika terpapar dengan udara bebas, plutonium(IV) oksida akan terbentuk dengan cepat dan membuat logam tersebut menjadi kusam kelabu. Selain itu warna kuning dan hijau zaitun juga pernah dilaporkan.[1][2] Pada suhu kamar, plutonium berada dalam bentuk alotop alfanya. Bentuk alotrop inilah yang merupakan bentuk yang paling umum dan memiliki tingkat kekerasan seperti besi cor, terkecuali apabila ia dialoi dengan logam lainnya dan membuatnya menjadi lunak dan dapat dengan mudah diubah bentuk.[1] Berbeda dengan kebanyakan jenis logam, plutonium bukanlah konduktor panas dan listrik yang baik.[1] Ia memiliki titik leleh yang rendah (640 °C) dan titik didih yang sangat tinggi (3,327 °C).[1]
Emisi partikel alfa yang merupakan pelepasan inti helium berenergi tinggi adalah bentuk radiasi paling umum yang dipancarkan oleh plutonium.[3] Panas yang dilepaskan selama pelepasan dan deselerasi partikel-partikel alfa ini membuat plutonium dengan ukuran sebesar bola sofbol terasa hangat ketika disentuh, sedangkan untuk massa plutonium yang lebih besar, ia dapat mendidihkan satu liter air dalam waktu beberapa menit (bervariasi tergantung pada komposisi isotop).[4][5]
Resistivitas plutonium pada suhu kamar sangatlah tinggi jika dibandingkan dengan logam lain dan ia akan semakin tinggi ketika temperatur diturunkan.[6] Tren peningkatan resistivitas ini akan diteruskan sampai dengan 100 K. Di bawah temperatur ini, resistivitas akan menurun drastis.[6] Ketika temperatur menurun sampai dengan 20 K, resistivitas meningkat kembali oleh karena kerusakan radiasi (laju peningkatan sesuai dengan komposisi isotop).[6]
Oleh karena swa-iradiasi (self-irradiation) plutonium, ia akan memperlihatkan kelelahan (fatigue) pada keseluruhan struktur kristalnya, yang berarti bahwa penataan atom pada kristal akan dikacaukan oleh radiasi tersebut dari waktu ke waktu.[7] Namun, swa-iradiasi juga dapat mengakibatkan pelunakan yang dapat mengimbangi beberapa efek lelah ketika temperatur ditingkatkan di atas 100 K.[8]
[sunting] Alotrop
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Alotrop plutonium


Plutonium memiliki enam alotrop pada tekanan biasa: alfa (α), beta (β), gamma (γ), delta (δ), delta prime (δ′), & epsilon (ε)[9]
Plutonium umumnya mempunyai enam alotrop. Pada temperatur yang tinggi dan jangka tekanan tertentu, alotrop ketujuh (zeta, ζ) dapat terbentuk.[9] Alotrop-alotrop ini memiliki tingkat energi yang hampir sama, namun densitas dan struktur kristal yang sangat berbeda. Hal ini membuat plutonium sangat sensitif terhadap perubahan temperatur, tekanan, dan lingkungan kimiawi. Selain itu, perubahan volume yang dramatis selama transisi fase dari satu alotrop ke alotrop lainnya juga memungkinkan.[7] Tidak seperti bahan-bahan lainnya, densitas plutonium akan meningkat ketika ia meleleh (sebesar 2,5%). Namun cairan logam plutonium itu sendiri menunjukkan penurunan secara linear pada densitasnya seiring dengan meningkatnya temperatur.[6] Densitas berbagai alotrop plutonium berkisar dari 16,00 g/cm3 sampai dengan 19,86 g/cm3.[10]
Keberadaan banyak alotrop ini membuat pemrosesan plutonium sangat sulit. Sebagai contohnya bentuk α plutonium terbentuk pada suhu kamar dan ia memiliki karakteristik yang mirip dengan besi cor, namun akan berubah menjadi seperti plastik dan mudah diubah bentuk ketika ia berubah menjadi alotrop β (beta) pada temperatur yang sedikit lebih tinggi.[11] Alasan mengapa plutonium memiliki diagram fase yang rumit belumlah sepenuhnya diketahui.
Plutonium dalam bentuk δ (delta) umumnya terbentuk pada kisaran suhu 310 °C sampai dengan 452 °C, namun ia stabil pada suhu kamar apabila dialoi dengan galium, aluminium, ataupun serium dalam persentase rendah.[11] Bentuk delta plutonium memiliki sifat-sifat yang lebih mirip dengan sifat logam pada umumnya. Ia kira-kira sekuat dan selunak aluminium.[9]
[sunting] Fisi nuklir
Plutonium merupakan logam aktinida radioaktif. Isotop plutonium-239 (Pu-239) merupakan salah satu dari tiga isotop fisil utama[12] (sisanya adalah uranium-233 dan uranium-235).[13] Agar dapat dianggap sebagai fisil, inti atom sebuah isotop haruslah dapat memecah (fisi) ketika ditembakkan dengan neutron dan melepaskan sejumlah neutron tambahan yang cukup untuk mempertahankan reaksi berantai nuklir dengan memecahkan inti selanjutnya.


Plutonium tingkat senjata
Pu-239 memiliki faktor penggandaan (k) yang positif. Hal ini berarti bahwa jika logam tersebut tersedia dalam jumlah massa yang mencukupi dan dalam bentuk geometri yang tepat, ia dapat membentuk massa kritis.[14] Selama fisi, sebagian energi ikat yang mengikat inti agar tetap bersama dilepaskan sebagai energi panas, energi kinetik, dan energi elektromagnetik dalam jumlah yang besar. Satu kilogram Pu-239 dapat menghasilkan ledakan yang setara dengan 20,000 ton TNT.[4] Jumlah energi yang sangat besar ini membuat Pu-239 sangat berguna pada reaktor dan senjata nuklir.
Keberadaan isotop plutonium-240 (Pu-240) pada suatu sampel akan membatasi potensial bom nuklir plutonium. Hal ini dikarenakan Pu-240 memiliki laju fisi spontan yang tinggi (~440 fisi per detik per gram setiap 1.000 neutron per detik per gram[15]), sehingga meningkatkan tingkat neutron latar, yang pada akhirnya akan meningkatkan risiko pradetonasi.[16] Plutonium dapat dikategorikan ke dalam berbagai tingkatan, yaitu tingkat senjata, tingkat bahan bakar, dan tingkat reaktor, bergantung pada persentase Pu-240 pada suatu sampel. Plutonium tingkat senjata memiliki kadar Pu-240 kurang dari 7%, plutonium tingkat bahan bakar mengandung 7% - 19% Pu-240, dan plutonium tingkat reaktor mengandung lebih dari 19% Pu-240.[17] Isotop plutonium-238 (Pu-238) tidak dapat menjalani fisi nuklir dengan mudah, walaupun ia dapat mengalami peluruhan alfa.[4]
[sunting] Isotop dan sintesis
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Isotop plutonium
Terdapat setidaknya dua puluh isotop radioaktif plutonium yang telah diidentifikasi.[3] Isotop yang berumur paling panjang adalah Pu-244, dengan umur paruh 80,8 juta tahun. Diikuti oleh Pu-242 dengan umur paruh 373.300 tahun, dan Pu-239 dengan umur paruh 24.110 tahun.[3] Isotop radioaktif sisanya memiliki umur paruh kurang dari 7.000 tahun.[3] Unsur ini juga memiliki delapan keadaan metastabil, walaupun tidak ada satupun yang benar-benar stabil dan hanya memiliki umur paruh kurang dari satu detik.[3]
Isotop plutonium memiliki bilangan massa yang berkisar dari 228 sampai dengan 247.[3] Modus peluruhan utama isotop dengan bilangan massa yang lebih rendah daripada isotop paling stabil Pu-244 adalah fisi spontan dan emisi alfa. Kebanyakan akan menjadi isotop uranium (92 proton) dan neptunium (93 proton) sebagai produk peluruhan (dengan mengabaikan anang inti (daughter nuclei) yang dihasilkan selama proses fisi).[3] Modus peluruhan utama isotop yang memiliki bilangan massa lebih tinggi daripada Pu-244 adalah emisi beta, kebanyakan akan menjadi isotop amerisium (95 proton) sebagai produk peluruhan.[3] Pu-241 merupakan isotop induk deret peluruhan neptunium, meluruh menjadi amerisium-241 via emisi beta maupun elektron.[4]
Pu-238 dan Pu-239 adalah isotop yang paling sering disintesis.[4] Pu-239 disintesis via reaksi berikut yang menggunakan uranium (U) dan neutron (n) via peluruhan beta (β−) dengan neptunium (Np) sebagai zat antara:[18]

Dengan kata lain, neutron yang berasal dari fisi U-235 ditangkap oleh inti U-238, menjadi U-239; peluruhan beta akan menambahkan sebuah proton, menjadi Np-239 (umur paruh 2.36 hari), dan peluruhan beta lebih lanjut akan mengubahnya menjadi Pu-239.[19]
Pu-238 disintesis dengan membombardir U-238 dengan deuteron (D, inti hidrogen berat) menurut reaksi berikut:[20]

Pada persamaan ini, deuteron menghantam U-238 dan menghasilkan dua neutron berserta Np-238. Np-238 secara spontan meluruh dengan memancarkan partikel beta negatif menjadi Pu-238.
[sunting] Sifat kimiawi dan senyawa plutonium


Berbagai keadaan oksidasi Pu dalam larutan
Pada suhu kamar, plutonium murni berwarna perak dan ia akan mengusam ketika teroksidasi.[4] Unsur ini menunjukkan empat keadaan oksidasi ionik dalam larutan:[10]
• Pu(III), as Pu3+ (biru lavender)
• Pu(IV), as Pu4+ (kuning coklat)
• Pu(V), as PuO2+ (merah jambu)[catatan 1]
• Pu(VI), as PuO22+ (merah mudah oranye)
• Pu(VII), as PuO53− (hijau)– ion heptavalen ini sangat jarang
Warna larutan yang ditampilkan oleh larutan plutonium bergantung pada keadaan oksidasi dan sifat-sifat anion asam.[21] Anion asam akan memengaruhi derajat kompleksasi plutonium.
Logam plutonium dihasilkan dengan mereaksikan plutonium(IV) fluorida dengan barium, kalsium ataupun litium pada suhu 1200 °C.[22] Ia akan diserang oleh asam, oksigen, dan uap, namun tidak oleh alkali dan akan larut dengan mudahnya ke dalam asam klorida, asam iodat, dan asam perklorat pekat.[23] Lelehan logam plutonium harus disimpan dalam keadaan vakum ataupun pada atmosfer inert untuk menghindari terjadinya reaksi dengan udara.[11] Pada suhu 135 °C, logam plutonium akan menyala dan meledak jika diletakkan dalam karbon tetraklorida.[24]


Sifat piroforik plutonium dapat menyebabkannya tampak seperti bara api yang menyala.
Plutonium merupakan logam yang reaktif. Pada kelembaban udara ataupun argon, logam ini akan teroksidasi dengan cepat, menghasilkan campuran oksida dan hidrida.[1] Jika logam tersebut terpapar cukup lama dengan sejumlah uap air, permukaan berbentuk bubuk PuO2 yang membungkus logam akan terbentuk.[1] Selain itu, juga terbentuk plutonium hidrida. Apabila terpapar dengan uap air yang berlebihan, hanya akan terbentuk PuO2.[23]
Dengan adanya pembungkusan hidrida ini, logam plutonium bersifat piroforik, yang berarti ia akan menyala secara spontan. Oleh karena itu, logam plutonium biasanya ditangani dalam atmosfer yang inert dan kering (misalnya argon dan nitrogen).[1] Oksigen akan memperlambat efek-efek yang disebabkan oleh kelembaban dan berperan sebagai agen pemasifan.[1]
Plutonium bereaksi dengan oksigen menjadi PuO dan PuO2 beserta intermediat oksida lainnya;[10] plutonium oksida memiliki volume 40% lebih besar daipada logam plutonium.[24] Ia bereaksi dengan halogen dan menghasilkan senyawa seperti PuX3 (X dapat berupa F, Cl, Br ataupun I); PuF4 dan oksihalida seperti PuOCl, PuOBr dan PuOI juga dilaporkan terbentuk.[10] Selain itu, reaksi dengan karbon menjadi PuC, nitrogen menjadi PuN, dan silikon menjadi PuSi2 juga dapat terjadi.[10]
Krus yang digunakan untuk menampung plutonium haruslah tahan terhadap lingkungan reduksi yang kuat.[11] Logam tahan api seperti tantalum dan tungsten berserta oksida stabil borida, karbida, nitrida, dan silikida dapat menoleransi lingkungan seperti ini.[11] Peleburan pada tungku busur elektrik dapat digunakan untuk menghasilkan batangan logam kecil tanpa memerlukan krus.[11]
Plutonium dapat membentuk aloi dengan kebanyakan logam. Pengecualian terdapat pada logam alkali seperti litium, kalium, dan natrium, logam alkali tanah seperti barium, kalsium, dan stronsium, dan logam tanah nadir seperti europium dan iterbium.[23] Pengecualian parsial terdapat pada logam tahan api seperti kromium, molibdenum, niobium, tantalum, dan tungsten, yang dapat larut dalam plutonium cair, namun tidak dapat larut pada plutonium padat.[23]
[sunting] Keberadaan
Sejumlah kecil isotop plutonium (Pu-239 dan Pu-244) dapat ditemukan di alam. Pu-244 dapat ditemukan dalam jumlah kecil karena ia merupakan produk minor peluruhan pada bijih uranium dan mempunyai umur paruh sekitar 80 juta tahun yang cukup panjang.[25] Pu-239 dapat ditemukan dalam jumlah yang lebih kecil lagi (dalam satuan bagian per triliun) dan produk peluruhannya dapat secara alami ditemukan pada beberapa bijih uranium[26] [27]
Sejumlah kecil plutonium juga dapat ditemukan pada tubuh manusia oleh karena uji nuklir di atas daratan dan beberapa kecelakaan nuklir besar yang pernah terjadi.[24] Kebanyakan uji nuklir atsmosferik telah dihentikan sejak tahun 1963, namun Perancis masih terus melakukannya sampai dengan tahun 1980-an. Selain itu, beberapa negara juga masih terus melakukan uji nuklir tersebut setelah tahun 1963. Oleh karena Pu-239 merupakan hasil peluruhan radioaktif bijih uranium serta isotop plutonium yang paling banyak dibuat, ia merupakan isotop yang paling melimpah.[24]
[sunting] Sejarah
[sunting] Penemuan
Pada tahun 1934, Enrico Fermi dan sekelompok ilmuwan Universitas Roma La Sapienza melaporkan bahwa mereka telah menemukan unsur 94.[28] Fermi menyebut unsur ini sebagai hesperium.[29] Namun, sampel yang diduga sebagai unsur 94 ini sebenarnya hanyalah campuran barium, kripton, dan unsur-unsur lainnya. Tetapi hal ini tidak diketahui pada saat itu karena fisi nuklir masih belum ditemukan.[30]


Glenn T. Seaborg dan kelompok ilmuwan Berkeley adalah yang pertama memproduksi plutonium.
Plutonium (Pu-238) pertama kali diproduksi dan diisolasi pada tanggal 14 Desember 1940 oleh Dr. Glenn T. Seaborg, Edwin M. McMillan, J. W. Kennedy, Z. M. Tatom, dan A. C. Wahl dengan menembakkan uranium dengan deuteron. Unsur ini kemudian berhasil diidentifikasi secara kimiawi pada 23 Februari 1941.[31] Pada percobaan tahun 1940, neptunium-238 berhasil dihasilkan secara langsung dengan penghantaman, tetapi ia kemudian meluruh dengan mamancarkan emisi beta dua hari kemudian. Hal ini mengindikasikan terbentuknya unsur 94.[24]
Sebuah laporan ilmiah yang mendokumentasikan penemuan unsur plutonium kemudian dipersiapkan oleh para ilmuwan Universitas California, Berkeley tersebut dan dikirim ke jurnal Physical Review pada Maret 1941.[24] Tetapi laporan tersebut ditarik kembali sebelum publikasi, setelah ditemukan bahwa isotop unsur baru tersebut (Pu-239) dapat menjalani fisi nuklir yang dapat digunakan pada bom atom. Publikasi penemuan unsur tersebut kemudian ditunda setahun setelah akhir Perang Dunia II oleh karena kekhawatiran pada masalah keamanan dunia.[12]
Edwin McMillan yang sebelumnya telah menamai unsur transuranium pertama dengan nama neptunium (berasal dari nama planet Neptunus) mengajukan bahwa unsur 94, sebagai unsur transuranium kedua, dinamakan dari planet Pluto.[4][catatan 2] Seaborg pada awalnya mempertimbangkan nama "plutium", namun kemudian merasa bahwa nama tersebut tidak sebagus "plutonium".[32] Pemilihan simbol "Pu" oleh Seaborg pada awalnya hanyalah sebagai lelucon, namun ternyata simbol tersebut kemudian tanpa disadari telah terdaftar ke dalam tabel periodik.[catatan 3] Nama-nama alternatif lainnya yang pernah Seaborg dan ilmuwan lainnya pertimbangkan adalah "ultimum" ataupun "extremium" karena terdapat kepercayaan bahwa mereka telah menemukan unsur terakhir pada tabel periodik.[33]
[sunting] Penelitian awal
Sifat-sifat kimiawi plutonium ditemukan mirip dengan uranium setelah dilakukan kajian awal selama beberapa bulan.[24] Penelitian kemudian dilanjutkan di laboratorium rahasia di Universitas Chicago. Pada 18 Agustus 1942, sejumlah kecil unsur ini diisolasi dan diukur untuk pertama kalinya. Sekitar 50 mikrogram plutonium-239 beserta uranium dan produk fisi diproduksi, namun hanya 1 mikrogram yang diisolasi.[26] Prosedur ini mengijinkan para kimiawan menentukan massa atom unsur baru ini.[34][catatan 4]
Pada November 1943, beberapa plutonium trifluorida berhasil direduksi dan menghasilkan sampel logam plutonium yang pertama.[26] Plutonium yang dihasilkan cukup banyak dan membuat plutonium sebagai unsur pertama yang dihasilkan secara sintetik yang dapat dilihat dengan mata telanjang.[35]
Sifat-sifat nuklir plutonium-239 juga dikaji; para peneliti menemukan bahwa ketika ia ditembakkan dengan neutron, ia akan memecah (fisi) dan melepaskan lebih banyak neutron dan energi. Neutron-neutron ini kemudian dapat menghantam atom plutonium-239 lainnya, dan mengakibatkan reaksi berantai yang meningkat secara eksponensial. Reaksi berantai ini dapat mengakibatkan ledakan yang cukup besar untuk menghancurkan sebuah kota apabila isotop dalam jumlah yang cukup dikonsentrasikan dan mencapai massa kritis.[24]
[sunting] Produksi semasa Proyek Manhattan
Semasa Perang Dunia II, pemerintah AS mencanangkan Proyek Manhattan yang ditugaskan untuk mengembangkan bom atom. Tiga tempat riset dan produksi utama proyek ini adalah fasilitas produksi plutonium Hanford Site, fasilitas penggayaan uranium di Oak Ridge, Tennessee, dan laboratorium riset dan desain senjata yang sekarang ini dikenal sebagai Laboratorium Nasional Los Alamos.[36]


Muka Reaktor B Handord yang sedang dalam konstruksi, ia merupakan reaktor produksi plutonium yang pertama
Reaktor produksi pertama yang memproduksi plutonium-239 adalah Reactor Grafit X-10. Ia mulai bekerja pada tahun 1943 dan dibangun di sebuah fasilitas di Oak Ridge yang kemudian menjadi Laboratorium Nasional Oak Ridge.[24][catatan 5]
Pada 5 April 1944, Emilio Segrè yang berada di Los Alamos menerima sampel pertama plutonium yang dihasilkan oleh reaktor di Oak Ridge.[37] Dalam waktu sepuluh hari, ia menemukan bahwa plutonium yang dihasilkan itu memiliki konsentrasi isotop Pu-240 yang lebih tinggi daripada plutonium yang dihasilkan dari siklotron. Pu-240 memiliki laju fisi spontan yang tinggi dan akan meningkatkan tingkat neutron latar sampel plutonium. Desain senjata plutonium awal yang diberi kode nama "Thin Man" terpaksa dibatalkan karena peningkatan jumlah neutron spontan akan meningkatkan probabilitas terjadinya pra-detonasi.
Desain senjata plutonium yang dikerjakan di Los Alamos kemudian diubah menjadi bentuk implosi yang lebih rumit, diberi kode nama "Fat Man." Senjata implosi (implosion) ini memiliki desain plutonium berbentuk bola padat yang dikompres menjadi bertekanan tinggi dengan lensa yang mudah meledak.[37]
Konstruksi reaktor B Hanford, reaktor nuklir berskala industri yang pertama, diselesaikan pada Maret 1945.[38] Reaktor B memproduksi bahan fisil yang digunakan untuk senjata plutonium yang digunakan semasa Perang Dunia II.[catatan 6]
[sunting] Bom atom Trinity dan Fat Man


Oleh karena keberadaan Pu-240 pada plutonium yang dihasilkan oleh reaktor, desain implosi dikembangkan pada senjata "Fat Man" dan Trinity"
Uji bom atom pertama, diberi kode nama "Trinity" dan didetonasi pada 16 Juli 1945 dekat Alamogordo, New Mexico, menggunakan plutonium sebagai bahan fisilnya.[26] Desain implosi senjata ini menggunakan lensa-lensa peledak yang digunakan untuk mengompres bola plutonium agar mencapai massa superkritis. Bola plutonium tersebut kemudian dihujani neutron yang dihasilkan oleh inisiator yang dibuat dari berilium dan polonium.[24] Dengan demikian, ia akan menjamin terjadinya reaksi berantai dan ledakan. Keseluruhan senjata ini memiliki berat lebih dari 4 ton, walaupun plutonium yang digunakan pada inti senjata hanyalah seberat 6,2 kg.[39]  Sekitar 20% plutonium yang digunakan dalam senjata Trinity menjalani fisi, menghasilkan ledakan dengan energi setara dengan kira-kira 20.000 ton TNT.[40][catatan 7]
Desain identik yang digunakan pada bom atom "Fat Man" dijatuhkan ke Nagasaki, Jepang pada 9 Agustus 1945, menewaskan 70.000 orang dan mencederai 100.000 lainnya.[24] Bom "Little Boy" yang dijatuhkan ke Hiroshima tiga hari sebelumnya menggunakan uranium-235, dan bukannya plutonium. Jepang menyerah tanpa syarat pada 15 Agustus, secara efektif mengakhiri perang. Hanya setelah pengumuman bom atom pertama inilah keberadaan unsur plutonium diberitakan kepada publik.
[sunting] Penggunaan pada Perang Dingin dan limbah nuklir
Sejumlah besar timbunan plutonium tingkat senjata diproduksi oleh Uni Soviet dan Amerika Serikat selama Perang Dingin. Reaktor-reaktor milik Amerika Serikat di Hanford dan Savannah River Site di Carolina Selatan memproduksi 103 ton plutonium,[41] dan diperkirakan 170 ton lainnya diproduksi di Rusia.[42][catatan 8] Setiap tahun, sekitar 20 ton unsur ini masih diproduksi sebagai produk samping industri tenaga nuklir.[10] Sebanyak 1000 ton plutonium masih dalam penyimpanan, dengan 200 ton di antaranya berada di dalam atau diekstraksi dari senjata nuklir.[24]


Desain terowongan penyimpan limbah nuklir yang diajukan untuk pusat penyimpanan limbah nuklir Gunung Yucca.
Sejak berakhirnya Perang Dunia, timbunan plutonium ini telah menjadi fokus utama proliferasi nuklir. Di Amerika Serikat, beberapa plutonium yang diekstraksi dari senjata nuklir yang telah dibongkar dilebur menjadi dalam bentuk gelondongan gelas plutonium oksida seberat dua ton.[24] Gelas ini dibuat dari borosilikat yang dicampur dengan kadmium dan gadolinium.[catatan 9] Gelondongan-gelodongan ini direncanakan ditutup dengan baja dan di simpan di lubang bawah tanah sejauh 4 km yang ditopang oleh beton.[24] Sampai dengan tahun 2008, hanya tempat penyimpanan limbah nuklir Gunung Yucca yang dijadwalkan untuk menyimpan plutonium dengan cara demikian.[43] Berbagai penentangan terhadap rencana ini telah menunda usaha penyimpanan limbah nuklir di Gunung Yucca ini.
[sunting] Percobaan medis
Semasa dan setelah berakhirnya Perang Dunia II, para ilmuwan yang terlibat dalam Proyek Manhattan dan proyek-proyek riset senjata nuklir lainnya melakukan berbagai kajian pada efek plutonium terhadap hewan dan manusia.[44] Pada kajian hewan, ditemukan bahwa beberapa miligram plutonium per kilogram jaringan tubuh merupakan dosis yang mematikan.[45]
Sedangkan pada kasus percobaan pada manusia, disuntikkan larutan yang mengandung lima mikrogram plutonium ke tubuh pasien rumah sakit yang telah menderita sakit parah ataupun yang memiliki tingkat harapan hidup yang lebih kecil dari sepuluh tahun baik oleh karena usia maupun kondisi penyakit yang kronis.[44] Kadar suntikan ini diturunkan menjadi satu mikrogram pada Juli 1945 setelah dari data percobaan hewan, ditemukan bahwa cara plutonium mendistribusikan dirinya pada tulang ternyata lebih berbahaya daripada radium.[45]
Delapan belas subjek percobaan manusia disuntikkan plutonium tanpa sepengetahuan mereka.[44] Percobaan ini dilakukan untuk mengembangkan alat diagnostik yang dapat menentukan kadar penyerapan plutonium dalam tubuh, sehingga dapat dikembangkan sebuah standar keamaan pekerjaan yang melibatkan plutonium.[44]
Pada zaman sekarang, percobaan pada manusia ini dianggap sebagai pelanggaran kode etik kedokteran dan sumpah Hippokrates yang serius.
[sunting] Penerapan
[sunting] Bahan peledak


Bom atom yang dijatuhkan ke Nagasaki, Jepang pada tahun 1945 mempunyai inti plutonium.
Oleh karena kemudahan isotop Pu-239 menjalani fisi dan ketersediaannya, ia merupakan komponen fisil utama dalam pembuatan senjata nuklir. Dengan membungkus bola plutonium padat dengan pemadat (lapisan tambahan yang dibuat dari bahan-bahan padat) akan menurunkan jumlah plutonium yang diperlukan untuk mencapai massa kritis dengan memantulkan kembali neutron yang lolos kembali ke inti plutonium. Hal ini akan menurunkan jumlah plutonium yang diperlukan dari 16 kg menjadi 10 kg, berupa bola berdiameter 10 cm.[46] Massa kritis ini adalah sekitar sepertiga daripada massa kritis U-235.[4]
Bom plutonium jenis "Fat Man" yang diproduksi semasa Proyek Manhattan menggunakan kompresi eksplosif plutonium untuk mendapatkan tingkat densitas plutonium yang lebih besar daripada biasanya dan menggabungkannya dengan sumber neutron untuk memulai reaksi dan meningkatkan efisiensi. Sehingga, hanya diperlukan 6,2 kg plutonium untuk mendapatkan daya ledak yang setara dengan 20 kiloton TNT.[40][47] Secara teoritis, hanya diperlukan sejumlah kecil 4 kg plutonium (atau bahkan lebih kecil dari itu) untuk membuat bom atom dengan desain perakitan yang canggih.[47]
[sunting] Penggunaan limbah nuklir
PUREX (Plutonium–URanium EXtraction) memroses ulang bahan bakar nuklir yang telah digunakan untuk mengekstraksi uranium dan plutonium dalam bentuk bahan bakar oksida campuran (MOX) yang dapat digunakan kembali dalam reaktor nuklir. Plutonium tingkat senjata dapat kemudian ditambahkan ke campuran bahan bakar tersebut. Bahan bakar MOX digunakan pada reaktor air ringan dan terdiri dari 60 kg plutonium per ton bahan bakar. Setelah empat tahun, tiga per empat plutonium tersebut akan telah habis digunakan (berubah menjadi unsur lain). Reaktor pembiak secara spesifik dirancang untuk mendapatkan bahan fisil dengan laju yang lebih cepat daripada laju konsumsi bahan tersebut.
Bahan bakar MOX telah digunakan sejak tahun 1980-an dan secara luas digunakan di Eropa. Pada bulan September 2000, Amerika Serikat dan Rusia menandatangani Perjanjian Pengelolaan dan Disposisi Plutonium (Plutonium Management and Disposition Agreement) yang mana masing-masing pihak setuju untuk membuang 34 ton plutonium tingkat senjata.[49] Departemen Energi AS berencana membuang 34 ton plutonium tingkat senjata sebelum akhir 2019 dengan mengubahnya menjadi bahan bakar MOX yang dapat digunakan pada reaktor nuklir komersial.

Efisiensi juga bisa didapatkan melalui pemrosesan ulang, yakni batangan bahan bakar diproses untuk menghilangkan produk limbah yang mencapai 3% berat total batangan tersebut setelah tiga tahun penggunaan. Isotop uranium dan plutonoum apapun yang dihasilkan selama tiga tahun tersebut ditinggalkan dan batangan tersebut kembali digunakan.[catatan 10] Namun, keberadaan 1% galium per massa plutonium tingkat senjata memiliki potensi membatasi operasi jangka panjang reaktor air ringan.[50]
241Am baru-baru ini telah diajukan untuk digunakan sebagai agen detanurasi batangan bahan bakar reaktor dengan membuat bahan bakar tersebut tidak dapat digunakan kembali lagi untuk konversi senjata nuklir.[51]
[sunting] Sumber tenaga dan panas


Pelet 238PuO2 yang berpijar
Isotop plutonium-238 (Pu-238) memiliki umur paruh 87,5 tahun. Ia memancarkan sejumlah besar energi termal dengan tingkat pancaran sinar gama dan partikel neutron spontan yang rendah. Sebagai pemancar partikel alfa, ia memancarkan radiasi berenergi tinggi dengan tingkat penetrasi yang rendah, sehingga hanya diperlukan pemerisaian yang minimal. Selembar kertas dapat digunakan untuk memerisai partikel alfa yang dipancarkan oleh Pu-238 manakala satu kilogram isotop ini dapat menghasilkan 22 juta kilowat jam energi panas.
Sifat-sifat ini membuat isotop Pu-238 sangat cocok digunakan sebagai sumber listrik peralatan yang harus berfungsi tanpa pemeliharaan secara langsung selama seumur hayat manusia. Oleh karenanya, ia digunakan dalam pembangkit termolistrik radioisotop dan unit pemanas radioisotop yang digunakan pada misi penjelajahan luar angkasa Cassini, Voyager dan New Horizons.
Plutonium-238 juga telah sukses digunakan untuk menenagai pemacu jantung buatan, sehingga mengurangi risiko pembedahan ulang. Ia umumnya telah digantikan dengan sel primer berbasis litium. Namun, sampai dengan tahun 2003, masih terdapat sekitar 50 sampai dengan 100 pemacu jantung yang ditenagai plutonium yang masih ditanam dan berfungsi.Plutonium-238 yang dicampur dengan berilium digunakan untuk menghasilkan neutron untuk tujuan riset.
Toksisitas
Isotop dan senyawa plutonium sangat beracun oleh karena radioaktivitasnya. Dari sudut pandang toksisitas kimiawi, arsen dan sianida lebih beracun daripada plutonium, dan plutonium sama beracunnya dengan kafeina.
Plutonium lebih berbahaya ketika terhirup daripada tertelan. Resiko kanker paru-paru meningkat seketika radiasi yang terhirup melebihi 400 mSv. Ia tidak akan diserap ke dalam tubuh secara efisien apabila tertelan; hanya sekitar 0,04% plutonium oksida yang diserap setelah ditelan. Ketika plutonium diserap ke dalam tubuh, ia akan diekskresikan dengan sangat lambat, dengan waktu paruh hayati selama 200 tahun. Plutonium mempunyai rasa seperti logam.
Radiasi alfa yang dipancarkan plutonium tidak dapat menembus kulit, namun dapat mengiradiasi organ-organ dalam ketika plutonium terhirup ataupun tertelan.
Orang/ tubuh yang paling berisiko terkena iradiasi adalah tulang (di mana ia paling berkemungkinan diserap ke permukaan tulang) dan hati (di mana ia dikumpulkan dan menjadi terkonsentrasi).
Plutonium dalam jumlah yang sangat besar dapat menyebabkan keracunan radiasi yang akut dan kematian jika ditelan ataupun dihirup; namun, sampai sekarang tidak ada satupun manusia yang diketahui meninggal oleh karena menghirup ataupun menelan plutonium. Selain itu banyak orang mempunyai sejumlah kecil plutonium yang dapat dideteksi dalam tubuh mereka.
Massa kritis


Reka ulang percobaan yang dilakukan oleh Harry Daghlian dengan bola plutonium yang dikelilingi oleh wolfram karbida yang dapat memantulkan neutron
Selain permasalahan pada toksisitas plutonium, akumulasi sejumlah plutonium yang mencapai massa kritis juga harus dihindari, terutama karena massa kritis plutonium hanyalah sepertiga daripada massa kritis uranium-235.[4] Plutonium yang mencapai massa kritis akan memancarkan sejumlah neutron dan sinar gama dalam kadar yang mematikan. Plutonium dalam larutan lebih berkemungkinan membentuk massa kritis daripada plutonium dalam bentuk padatan.[10]
Dalam sejarahnya, telah terjadi beberapa kecelakaan yang melibatkan pembentukan massa kritis ini. Penanganan yang tidak hati-hati pada bata wolfram karbida yang diletakkan di sekitar 6,2 kg bola plutonium menyebabkan radiasi dengan dosis fatal pada tanggal 21 Agustus 1945 di Los Alamos, yang mana ilmuwan Harry K. Daghlian, Jr. menerima dosis yang diperkirakan setara dengan 5,1 Sievert dan meninggal 28 hari sesudahnya.[63] Sembilan bulan kemudian, ilmuwan Los Alamos lainnya, Louis Slotin, juga meninggal dalam kecelakaan yang melibatkan reflektor berilium dan inti plutonium yang sama, yang sebelumnya telah menyebabkan kematian Daghlian (bola plutonium ini kemudian diberi nama panggilan "demon core"). Insiden ini kemudian diangkat ke dalam film tahun 1989 Fat Man and Little Boy.
Pada bulan Desember 1958, selama proses pemurnian plutonium di Los Alamos, massa kritis terbentuk di dalam tabung pencampuran, menyebabkan kematian operator derek. Selain itu, kecelakaan nuklir lainnya juga pernah terjadi di Uni Soviet, Jepang, dan negara-negara lainnya.
Kemudahbakaran
Logam plutonium juga merupakan bahan yang mudah terbakar. Ia akan bereaksi dengan oksigen dan air, yang akan menyebabkan akumulasi plutonium hidrida. Plutonium hidrida merupakan bahan piroforik dan akan menyala ketika terkena udara bebas pada suhu kamar. Plutonium akan mengembang melebihi 70% volume awal ketika ia teroksidasi, sehingga dapat merusak wadah penampung. Pasir magnesium oksida merupakan bahan yang paling efektif dalam memadamkan api plutonium. Ia mendinginkan bahan yang terbakar, dan bekerja sebagai sungap panas (heat sink) serta memblok oksigen. Untuk menghindari terjadinya kebakaran, penanganan yang khusus perlu diterapkan. Umumnya diperlukan penanganan dalam atomosfer inert.
Read More..

TEKNIK PEMERIKSAAN AUDIT

Posted by Unknown Saturday, September 14, 2013 0 comments
PANDUAN PRAKTEK AUDIT
setelah sekian lama absen menulis di sini, baru sempat :/
kebetulan admin mengikuti pelatihan audit, dengan jumlah materi yang sangat banyak, admin coba bagikan sedikit bayangan tentang proses auditing sebuah perusahaan secara sederhana, apa saja yang harus kita peroleh sebagai bahan acuan dan sebagai alat/bahan analisis yang terdiri dari beberapa aspek :

1. ASPEK HUKUM
• Minta Copyan BADAN HUKUM/LISENSI
• Minta Copyan AD/ART
• Minta Copyan STANDARD OPERATIONAL PROCEDURE
• Minta Copyan JOB
• Minta MANUAL OPERATIONAL yang berlaku.
• Minta perjanjian – perjanjian dengan lembaga mitra maupun lembaga lainnya.


2. ASPEK ORGANISASI
• Minta Laporan RAPAT KOMISARIS
• Tanyakan Struktur Organisasi yang berlaku.
• Minta SK KOMISARI/DIRUT, AUDITOR EXTERNAL dan Manajemen.
• Minta daftar asset Individu stake holder.
• Minta Buku Notulen Rapat beserta Absensinya.
• Minta Daftar Kegiatan Pelatihan staff

3. ASPEK KEUANGAN
• Minta Laporan Keuangan yang terakhir.
• Minta Buku Besar
• Minta Buku Kas Harian.
• Jika sudah pernah diperiksa Kas Fisik, minta berita acara perhitungan kas fisiksebelumnya.
• Minta Buku Bantu Bank, Simpanan/investasi di tempat lain
4. ASPEK MANAJEMEN
• Perangkat Pembukuan
• Kerapian Pencatatan Pembukuan
• Pengelolaan Uang Kas
• Penataan dan Penyimpanan Pembukuan
• Pengarsipan Surat Permohonan dan Perjanjian Pinjaman
• Penggunaan Buku Bantu
• Pengarsipan kuitansi pembayaran dan penerimaan kas
• Penomoran account-account
• Dll

5. LAIN-LAIN/LAMPIRAN
• Susunan Para Executi
• Perhitungan Cash Opname
• LK
• Analisis Rasio (Pearls/SWOT)
• Analisis Penilaian Kesehatan
• Analisis Perkembangan berdasarkan LK
• Analisis pendapatan dan tunggakan

terimakasih, semoga bermanfaat
Read More..

FAIR

FAIR

NETWORKED BLOGS

Labels