Global Visitor

Flag Counter

Smart Backlink

Free Auto Backlink - Gratis Backlink Otomatis

LOGOKU

LOGOKU

TEKNIK PEMERIKSAAN AUDIT

Posted by Unknown Saturday, September 14, 2013 0 comments
PANDUAN PRAKTEK AUDIT
setelah sekian lama absen menulis di sini, baru sempat :/
kebetulan admin mengikuti pelatihan audit, dengan jumlah materi yang sangat banyak, admin coba bagikan sedikit bayangan tentang proses auditing sebuah perusahaan secara sederhana, apa saja yang harus kita peroleh sebagai bahan acuan dan sebagai alat/bahan analisis yang terdiri dari beberapa aspek :

1. ASPEK HUKUM
• Minta Copyan BADAN HUKUM/LISENSI
• Minta Copyan AD/ART
• Minta Copyan STANDARD OPERATIONAL PROCEDURE
• Minta Copyan JOB
• Minta MANUAL OPERATIONAL yang berlaku.
• Minta perjanjian – perjanjian dengan lembaga mitra maupun lembaga lainnya.


2. ASPEK ORGANISASI
• Minta Laporan RAPAT KOMISARIS
• Tanyakan Struktur Organisasi yang berlaku.
• Minta SK KOMISARI/DIRUT, AUDITOR EXTERNAL dan Manajemen.
• Minta daftar asset Individu stake holder.
• Minta Buku Notulen Rapat beserta Absensinya.
• Minta Daftar Kegiatan Pelatihan staff

3. ASPEK KEUANGAN
• Minta Laporan Keuangan yang terakhir.
• Minta Buku Besar
• Minta Buku Kas Harian.
• Jika sudah pernah diperiksa Kas Fisik, minta berita acara perhitungan kas fisiksebelumnya.
• Minta Buku Bantu Bank, Simpanan/investasi di tempat lain
4. ASPEK MANAJEMEN
• Perangkat Pembukuan
• Kerapian Pencatatan Pembukuan
• Pengelolaan Uang Kas
• Penataan dan Penyimpanan Pembukuan
• Pengarsipan Surat Permohonan dan Perjanjian Pinjaman
• Penggunaan Buku Bantu
• Pengarsipan kuitansi pembayaran dan penerimaan kas
• Penomoran account-account
• Dll

5. LAIN-LAIN/LAMPIRAN
• Susunan Para Executi
• Perhitungan Cash Opname
• LK
• Analisis Rasio (Pearls/SWOT)
• Analisis Penilaian Kesehatan
• Analisis Perkembangan berdasarkan LK
• Analisis pendapatan dan tunggakan

terimakasih, semoga bermanfaat
Read More..

INTERAKSI SOSIAL

Posted by Unknown Monday, July 1, 2013 0 comments





Interaksi sosial Bisa berlanjut karena dukungan empat faktor dan salah satu faktor akan saya tulis disini :Faktor Imitasi

Gabriel Tarde beranggapan bahwa seluruh kehidupan sosial itu sebenarnya berdasarkan Faktor Imitasi saja. walau pendapat ini ternyata berat sebelah, pendapat ini memegang peranan yang begitu penting dalam interaksi sosial. sebagai contoh, kita dapat melihat perkembangan anak yang baru mulai bicara, dia meng-imitasi dirinya, mengulang kata la-la-la, kemudian mengimitasi orang lain yaitu ibunya, dengan mengucapkan kata ma-ma-ma, pa-pa-pa, dan mengimitasi fungsi dan kegunaan kata tersebut dari orang-orang disekitarnya. lebih lanjut, adalah masalah etika, norma, cara menghormati, semua di imitasikan dari orang lain. demikian juga dengan adat istiadat, konvensi-konvensi, yang sangat dipengaruhi oleh imitasi. Oleh sebab itu segala Tradisi berjalan dan bertahan selama berabad-abad lamanya. Tentu saja Faktor imitasi dan faktor lain ikut andil dalam memegang peranan dimana tradisi itu dipertahankan. Sebelum mengimitasi atau imitasi dapat terjadi harus memenuhi beberapa syarat  :
  1. Minat dan Perhatian Yang Besar akan Hal Yang akan di-imitasi
  2. Sikap menjunjung Tinggi atau mengagumi hal yang akan di-imitasi
  3. Seseorang dapat meng-imitasi suatu pandangan atau tingkah laku karena hal tersebut memiliki penghargaan sosial yang tinggi. dengan alasan akan memperoleh penghargaan sosial yang tinggi di dalam lingkungannya.
sekian dulu postingan kali ini,ikuti terus artikel saya, pada postingan tentang faktor lain penyebab interaksi sosial. salam hangat.
Read More..

NABO, DAYAKNESE DRAGON, LEGEND AND MYTHOLOGY

Posted by Unknown Sunday, June 2, 2013 0 comments
Nabo :Dayaknese Dragon



Seperti kebanyakan bangsa-bangsa dan suku-suku di dunia, suku dayak di kalimantan, khususnya Dayak simpakng yang mendiami Kabupaten Ketapang (West Borneo), Suku Dayak Simpakng juga memiliki Mahluk legenda (mythology), makhluk ini dianggap musuh sekaligus teman oleh Suku Dayak Simpakng.
Nabo adalah Ular besar yang memiliki tanduk dan jengger diatas kepalanya, menjalin persahabatan dengan manusia sekaligus menjadi sumber tragedy di wilayah ini, sisa-sisa bukti keberadaan Nabo ( disebut juga Tamuutn) beruba lubang-lubang licin yang menganga masih pernah saya lihat dimasa kecil ( 1988), sekarang, keberadaan lubang-lubang yang dipercaya sebagai Rumah (Rubang) Nabo telah terkikis erosi air sungai.
Ada dua Rubang Nabo di Wilayah kecamatan Simpakng Dua ini, admin mohon bercerita tentang legenda (kisah nyata?) kehadiran Nabo di Tolok Tangaak Beranak, Kek Ganee, Lubok Raya, Simpakng Dua ( Sekarang Kota Kecamatan Simpakng Dua) :
“ Pada sebuah Upacara Adat Perkawinan, biasanya ada ritual turun maneek ( mandi bersama para pabayu/pendamping pengantin dan mempelai) ke sungai, tepatnya sungai Botang Banyoor. Di tengah-tengah Ritual mandi, muncullah makhluk mengerikan yang bergulung-gulung, berbentuk ular besar bertanduk, yang langsung menelan pengantin perempuan dan seluruh pabayu/pendamping pengantin. Semua orang menjadi histeris, merasa kehilangan, tanpa rasa takut, mereka mengejar kepergian mahluk yang dipercaya disebut Nabo, mahluk itu masuk kedalam lobang besar di bibir sungai, orang-orang nekat menggali tembusan lubang secara vertikal kebawah untuk menghentikan atau mencegat jalannya sang Nabo, tapi sayang, mahluk itu bergerak lebih cepat dari usaha orang-orang untuk menggali, menurut cerita, lobang yang digali oleh orang-orang itu telah tembus dan mereka bertemu sebuah goa yang licin dan lebar seperti tak berujung. Dan beberapa orang pernah dan masih menemukan bekas usaha penggalian tersebut sampai sekarang. Tak seorangpun berani memasuki goa yang gelap dan menakutkan, sehingga usaha mereka hanya sampai disitu dan nasib pengantin perempuan beserta para pabayunya ( jumlah orang yang hilang tidak ada resensi) sampai hari ini tidak diketahui”
Cerita tersebut telah diceritakan turun-temurun sebagai kisah nyata (anaconda?), dan di Dusun Bukang, sekarang masuk Wilayah kecamatan yang sama dengan Simpakng Dua, saya adalah saksi hidup dari sebuah lubang licin yang menganga di bibir Sungai Banyoor, bahkan sekarangpun masih ada. Begini ceritanya : (kaya acara TV, hehehehe)
” Alkisah, ada seorang Dukun ( Boretn) bernama Nek Pinggang, melalui komunikasi spiritual (telepati?), Nek Pinggang diminta pertolongan oleh sekumpulan Nabo di dalam Rubang (rumah mereka) di Tolok Rubang Nabo, disebabkan, salah satu penghuninya menderita sakit ( ternyata mahluk ini bisa sakit juga, ah lanjutt!), berangkatlah Nek Pinggang memasuki Gua Gelap yang licin dan dingin, diantar oleh beberapa orang keluarganya, mereka menunggu di luar, sementara Nek Pinggang seorang diri memasukinya.
Nek pinggang adalah tokoh legenda yang misterius, selain kisah ini, tidak ada refrensi lain yang dapat saya tulis. Kembali kejalan cerita, selang berapa lama, pihak keluarga yang menunggu di luar Gua mendengar tetabuhan Ketobong ( gendang kecil, peralatan wajib seorang Boretn) milik Nek Pinggang, dan suara nyanyian Ritual penyembuhan ( Barayah) selama semalaman. Setelah matahari terbit, Nek Pinggang Keluar dari Gua tersebut dan bersaksi, bahwa dirinya berhasil menyembuhkan anak Nabo yang sakit. Sebagai bukti, Beliau memperlihatkan Saseh Pegaal ( Upah bagi seorang dukun dalam ritual boretn) berupa 1 ekor Ayam Sabung dan 1 buah Piring Keramik China. Mahluk Nabo ini menjadi symbol kesaktian dan kekuatan, pada beberapa pintu dari kayu belian, saya pernah melihat ukiran Nabo yang seperti Hidup, seorang maestro ukir telah memberikan gambaran detail tentang Nabo, tapi sayang, pintu yang pernah saya lihat semasa kecil telah dijual oleh pemiliknya ( dibeli oleh Kolektor Benda Seni dan Antik, yang entah darimana ), untung di beberapa benda lain seperti hulu Mandau/Apang ( senjata khas Dayak), Pontik (totem Dayak), Tempayan, dan Piring masih diukir Kepala dan Badan Utuh sang Nabo, the Dayaknese Dragon.
Terlepas dari semua cerita tersebut diatas, ternyata, hampir semua suku Dayak memiliki mahluk Mythology bernama Nabo ( Kanayatn, Punan, Ut Danum dsb) setelah saya Googling tentunya, hehehehe....
Jadi kesimpulannya, Nabo adalah Mahluk reptil bersisik, karnivora (pemakan daging), bertanduk, memiliki jengger, dan beberapa versi lain menceritakan memiliki kaki, persis gambaran mythology tentang Naga atau Dragon.
Dan menurut persepsi pribadi saya, Nabo adalah mahluk cryptozoology atau cryptid, sebuah sisa peradaban jurassic yang ‘terlambat’ punah, masuk akal saja ada mahluk seperti itu akibat penyimpangan genetika dari golongan Reptilia, mungkin karena kehabisan bahan makanan, mereka perlahan-lahan menghilang, coba anda googling di Google, banyak penyimpangan genetik pada manusia, ada yang berkaki tiga, berkepala dua dalam satu badan (Laleh dan Ladan dari Iran), atau manusia raksasa yang kelebihan hormon pertumbuhan, dan lain sebagainya. Untuk golongan reptil kenapa tidakk? (jangan membuat mereka merasa dianaktirikan..wellehh!!), apabila terjadi penyimpangan genetik pada hewan, terpaksa kita harus mengakuinya. Ini pendapat pribadi, apabila anda tidak setuju tidak apa-apa, jangan dendam, apalagi mengajak berantem, kwkwkwkwk ( geli versi facebook alay)
Bila ada pembaca yang penasaran dengan pengakuanku tentang Rubang Nabo, silakan berkunjung ke Dusun Bukang (walau tinggal sisa-sisa lubang akibat erosi, tapi Guanya betul-betul gelap, dalam, dan belum seorangpun berani memasukinya, kecuali dalam cerita)
Tulisan ini terinspirasi dari tuturan lisan oleh : Simon Itang/ Pak Rakel/ Kek Padokng, keturunan ke-20 dari Tambak Rawang Batu Balawang.
Terimakasih udah berkunjung, bila ada resensi lain, saya akan sangat berterimakasih apabila anda mau berbagi cerita. Yang kenal dengan saya dapat langsung kerumah, atau kirim email ke goldenbukang@gmail.com
Read More..

SUGGESTION ( A LITTLE STORY )

Posted by Unknown Monday, May 27, 2013 0 comments
Dalam proses berpikir manusia, sugesti dapat menimbulkan gejala seperti, seseorang telah diambil alih cara pandang, pendapat, paradigma ataupun persepsinya dalam memandang suatu masalah atau benda. orang yang telah terkena sugesti akan menerima anjuran tanpa pertimbangan logis terlebih dahulu.
sugesti dapat dengan mudah menghinggapi orang dengan gejala lelah berpikir, disertai rangsangan-rangsangan emosional. dan berikut, saya coba mengutip kisah Rapat Samudra partai Nazi dari buku Journal de Allemange karya Denis de Rougemont seorang cendikiawan perancis.



"Denis de Rougemont, karena rasa keingintahuannya ikut menghadiri rapat raksasa partai Nazi, yang dihadiri kira-kira 1 juta orang, didalam dan diluar stadiun. hampr empat kali enampuluh menit atau empat jam, berdiri tegak, terjepit, tertopang oleh lautan manusia. apa ini sebuah jerih payah?, tersentak oleh kejutan suara terompet membahana dengan jumlah ratusan, serentak listrik dalam ruangan padam (atau dipadamkan),dan satu-satunya penerang adalah lampu sorot dari atas gedung, menyoroti satu person, bertubuh kecil (untuk ukuran bangsa Arya jerman), kepala tanpa topi, berpakaian coklat, tersenyum manis penuh daya pikat ( HItler!!).

empatpuluh ribu tangan, empat puluh ribu badan, bangkit serentak!!, Hitler melambaikan tangan bagaikan seorang Paus, dan massa serentak berteriak "heil Hitler!!" dan tepuk tangan seperti memecahkan gendang telinga. dengan langkah yang sengaja dilambatkan, dan melambaikan tangan membalas sambutan massa, melalui sebuah jembatan kecil menuju mimbar mewah, dan waktu yang dia gunakan lebih dari enam menit untuk duduk di kursi. semua orang tidak melihat, Denis de Rougemont sama sekali tidak bertepuk tangan, mereka bercucuran keringat dan airmata sambil melihat ke arah satu titik sorotan cahaya, yaitu : Hitler.

tiba-tiba, massa menjadi tenang, Hitler menjulurkan tangan kedepan, memberi isyarat dengan menengadahkan wajah ke atas. dan dari serambi bawah, berkumandang lagu partai Nazi "Horst Wessel".

dan kesimpulan denis de Rougemont : ini adalah sebuah upacara, sebuah manifesto politik besar, sebuah ritual keagamaan, dan upacara sosial, yang harus dinikmati dengan debaran jantung, adrenalin yang terpacu, rasa kagum dan terpesona."

jadi, sebuah sugesti dapat dilakukan untuk Massa dalam jumlah besar,disertai rangsangan-rangsangan emosional, lewat tiupan terompet, pemadaman lampu biar perhatian massa hanya tertuju pada satu fokus. penggunaan lampu sorot adalah efek dramatis setengah memaksa, agar perhatian hanya tertuju pada satu titik. bergerak perlahan digunakan dengan tujuan rasa kagum Massa terhadap suatu pribadi, menyanyikan lagu kebanggaan, pada akhirnya menekan efek emosional memiliki, sehingga, semua propaganda Hitler selanjutnya selalu berhasil.

ternyata...oh ternyata, ada sesorang dibalik layar, sang jenius yang merancang semua propaganda partai Nazi. dia adalah Dr. Goebbles.
sumber info dari Buku Psikologi Sosial, DR. WA. GERUNGAN ( perpustakaan Rumah, hehehe..)

senggol januardiandreas@yahoo.co.id
sekian dulu postingan Di'i kali ini, semoga bermanfaat
Read More..

Sekilas Utilitarianisme

Posted by Unknown Tuesday, May 21, 2013 0 comments
Utilitarianisme

Penggagas utilitarianisme yang terkenal adalah John Bentham, karena perdebatan-perdebatannya dengan para filsup yang kontra pada jamannya, utilitarianisme muncul di inggris pada abad 19, dibawa oleh John Stuart Mill. Pada kala itu utilitarianisme dianggap sebuah aliran intelektual yang menyesatkan karena dianggap Hedonisme negative, hanya mencari kesenangan semata.

Bahkan David Hume pernah menulis di Pengantar bukunya “Kebahagiaan bukan yang terpenting, hanya orang inggris yang berpendapat begitu” hahahaha... sebuah sindiran sporadis, propaganda yang mustajab, sehingga, sejak itu, tidak seorangpun beranggapan positive terhadap utilitarianisme. Mungkin inipun sebuah pengantar yang panjang dari saya, karena pokok tulisan berikut tidak terlalu panjang, alamakk.... lanjut saja ( memang sulit berhenti ngomong)tarik maanggg!!!



Secara lebih tegas, Utilitarianisme berprinsip, bahwa manusia wajib berjuang demi mendapatkan atau menghasilkan kelebihan akibat-akibat baik yang sebanyak-banyaknya terhadap akibat-akibat buruk, apabila kita bertindak ( maaf, kalimatnya agak rancu, karena di translate dengan gaya bebas, hahaha)
Jadi, diantara semua tindakan yang dapat kita ambil, yang paling benar adalah, tindakan yang dapat memberikan kebahagiaan kepada banyak orang, dan tindakan tersebut (sedapat mungkin) sudah diperhitungkan secara tepat. Sebagai contoh, kita dapat mengambil hal bohong. Padahal, menurut etika tradisional, bohong adalah tabu, tanpa kecuali, dan ini bertentangan dengan Utilitarianisme.
Karena, bagi utilitarianisme, andaikata, berbohong akan lebih baik daripada mengatakan kebenaran pada suatu kasus urgen, dan kita boleh dan wajib berbohong....lohhh?

Untuk sebuah ilustrasi : “ pada zaman Nazi dan Holocaust terhadap bangsa yahudi di jerman, para pelaut belanda dengan aktif menyembunyikan pengungsi yahudi jerman dalam perahu nelayan mereka, dan, setiap patroli jerman ( yang sebenarnya telah jenuh dan lelah membunuh) menanyakan apakah mereka menemukan para pengungsi, mereka selalu berbohong, dengan mengatakan tidak melihat”

Mungkin dengan ilustrasi ditatas, teman-teman faham dengan teory Utilitarianisme di pharagraph sebelumnya. Lebih lanjut, Utilitarianisme menuntut perhatian terhadap kepentingan dari semua orang yang terpengaruh oleh akibat tindakan itu, termasuk kepentingan si pelaku itu sendiri. Berbeda dengan egoisme etis, utilitarianisme membenarkan, bahwa pengorbanan kepentingan atau kebahagiaan nya sendiri demi orang lain merupakan tindakan yang bermoral tinggi.

dan kalau teman-teman mau mendebatkan tulisan ini, itu sudah terlambat sepuluh dasawarsa, sebab, Utilitarianisme memang dihadirkan penuh kontroversial.
Sekian dulu tulisan pendek kali ini, apabila ada terasa janggalan, silakan post-kan comment atau secara pribadi, kirim email ke : goldenbukang@gmail.com
Warm regards
Read More..

PERSEPSI SIGMUND FREUD DALAM SOCIAL PHSYCOLOGY

Posted by Unknown Thursday, May 16, 2013 0 comments
Sigmund Freud adalah seorang Psikolog yang mempelopori psikology modern, yang secara empiris dan sistematis tentang perkembangan jiwa manusia, yang tidak hanya melibatkan kelangsungan-kelangsungan sadar bagi diri orang yang bersangkutan (kita), tapi juga melibatkan pergolakan bawah sadar. Pergolakan jiwa manusia sehari-hari malah sebagian besar dipengaruhi oleh pergolakan jiwa bawah sadar kita.


sebagai ilustrasi, Sigmun Freud mengibaratkan Jiwa Manusia sebagai gunung es yang terapung ditengah samudra raya, sepersepuluh bagiannya nampak, dan sembilan puluh persen berada dalam permukaan. jadi, sebagian besar jiwa manusia adalah alam bawah sadar, dan hanya sebagian kecil yang disadarinya.

Sigmund Freud adalah seorang psikiater yang kosisten, semua teory-nya berdasarkan fakta empiris, dia membuka praktik psikiatrik, dan data tersebut berdasarkan analisis dari sekian ratus pasiennya. dan pasien-pasien tersebut sebagian besar sembuh dengan metode yang telah dia kembangkan.

alam tak sadar manusia tidak merupakan sebuah ruang kosong belaka, disana terjadi pergolakan dinamis yang terus menerus mempengaruhi manusia untuk bertindak dan melakukan kegiatan, dan menjadi sumber-sumber energy phsykis.

menurut sigmund Freud, terdapat tiga golongan gejala jiwa yang membuktikan adanya dinamika alam tak sadar itu, yaitu gejala-gejala tingkah laku keliru, gejala-gejala mimpi, dan gejala-gejala neurosis.

pada tingkah laku keliru, dapat dipahami pada waktu keliru membaca, keliru mendengar, pelupa, dan lain sebagainya, gejala-gejala mimpi sudah lazim dalam kehidupan kita ( das unbewusste). gejala Neurosis juga disebabkan didalam jiwa orang tersebut (kita), kerap terjadi gejala yang tidak selaras dengan kepribadian, terutama karena adanya dorongan tak sadar, yang berbenturan dengan keinginan sadar.

penyembuhan Neurosis dilakukan Oleh Sigmund Freud dengan cara/ metode psikoanalisisnya yang berdasarkan penyadaran dari benturan yang sadar dari neurosis.

jadi, menurut igmund Freud, Jiwa manusia adalah bukan sesuatu yang abstrak, konstan, dan statis, melainkan sesuatu yang dinamis didalam ruangan dan waktu serta menyatakan diri sebagai kesatuan keseluruhan jiwa dan raga yang memiliki kegiatan.

postingan ini bermula dari membaca buku-buku Psikologi Sosial, semoga bermanfaat.

warm regards
Read More..

IDENTITY SYMBOL

Posted by Unknown Tuesday, May 14, 2013 0 comments
------------------------------CERITA BREWOK DAN JENGGOT-------------------------------



Jenggot dan brewok sering menjadi identitas diri suatu kelompok, golongan, atau sekelompok masyarakat tertentu, dan tentunya memiliki makna khusus dengan definisi masing-masing. Kadang-kadang, memelihara rambut di wajah menjadi mode atau trend yang tidak berumur panjang yang sengaja dipelihara.
Di Russia ( dulu Uni Sovyet ), pada pemerintahan Tsar Peter ( Peter Agung 1672-1725), masyarakat Russia pernah kalang kabut akibat sebuah aturan yang dibuat oleh sang Tsar, Peter Agung melakukan Westernalisasi di seluruh tanah Russia, dalam konsep westernalisasi tersebut, semua kelakuan dan penampilan harus diubah menuju gaya lebih modern dan progresif.
Westernalisasi tersebut juga mencakup, gaya berpakaian dan penampilan warga Russia, kebanyakan gaya para penduduk Russia biasanya berpenampilan tertutup, dari kepala sampai kaki, dipadu dengan memelihara jenggot selebat-lebatnya, penampilan seperti itu dipengaruhi oleh kepercayaan dan adaptasi mereka dengan lingkungan alamnya yang dingin ( mungkin dengan memelihara jenggot selebat-lebatnya membuat mereka merasa atau lebih hangat, pendapat pribadi ). Dalam sudut pandang Tsar Peter, penampilan seperti itu adalah cerminan penduduk Russia yang kolot, jorok, miskin, dan tidak terpelajar.
Untuk diketahui, Tsar Peter adalah orang terpelajar, bahkan lulusan dari beberapa Universitas terkenal di eropa. Tsar Peter meras perlu merubah wajah penduduknya, dan menganggap penampilan kebanyakan sudah kuno dan ketinggalan jaman. Maka, Tsar Peter memerintahkan Patroli Polisi yang tidak bersenjata api, tetapi Patroli menggunakan gunting, siapa saja yamg ditemui masih berjenggot dan brewok, akan dicukur habis sampai klimis. Pakaian tertutup diganti dengan yang lebih formal dan enak dilihat.
Ini dia masalahnya.....
Ada pepatah mengatakan : “ Bagaikan orang China Kebakaran Jenggot”, yang memiliki arti : seseorang menjadi panik akibat musibah mendadak. Jika kita cermati pada film-film klasik China, para tokoh elite kekaisaran, pejabat, Hakim dan kaum cendikiawan, semuanya memelihara jenggot, walau setipis apapun, bahkan dianggap suatu keharusan ( kasihaan), sebab, memelihara jenggot dianggap sebagai simbol kearifan, kebijaksanaan, dan kewibawan seseorang, apalagi seorang tokoh ternama, lihat saja Tokoh Hakim Bao ( Bao Zheng), jadi, wajar saja ada pepatah Seperti Orang China kebakaran Jenggot, sudah susah-susah dipelihara, eh terbakar pula, hilanglah lambang kearifan, kebijaksanaan, dan wibawanya sebagai tokoh panutan.
Sebagai identitas kearifan dan kebijaksanaan, jenggot begitu penting, symbol ini juga terlihat pada penampakan patung Dewa zeus di yunani, Para Pharaoh di Mesir juga selalu memakai jenggot. Bagi umat muslim, memelihara jenggot juga sunnah Nabi Muhammad saw, apa boleh buat, bagi muslim yang tidak memilki gen berjenggot, kecuali para pria timur tengah dan india, mereka memiliki keistimewaan dalam hal brewok dan janggut, pernah suatu ketika dalam sebuah acara, ditanyakan mengapa atau apa alasan mereka memelihara jenggot, mereka berkata, bukan untuk apa-apa, karena capek memotongnya, jadi dibiarkan saja apa adanya.
Lain lagi cerita di America tahun 60-an, muncul suatu kelompok dengan nama gerakan hippies, mereka beramai-ramai memelihara brewok dan jenggot, karena itu adalah penampilan alamiah, kebebasan dan kemapanan alasan mereka. Bagi masyarakat yang klimis, gerakan hippies adalah penampilan liar yang tidak teratur dan dianggap marjinal dari masyarakat kapitalis ala amerika.
Jaman film koboi Amerika yang diwakili John Wayne ikut tampil Klimis necis. Beda dengan penampilan Koboi ala Italia yang urakan diwakili Franco Nero dan musuh bebuyutannya Koboi Mexico Fernando Sancho yang tampil kumal. Kalau dilihat dari sejarah tokoh Amerika, terdapat model yang memelihara brewok lebat, lihat saja Presiden Abraham Loncoln yang terkenal itu, atau tokoh symbolic paman Sam yang muncul waktu perang sipil. Para Rabbi Yahudi, Rahib Katolik Ortodoks Yunani dan Russia, dan pendeta Hindu di India masih memiliki atribut wajib jenggot sebagai “perelngkapan” ritual mereka ( hehe agak menyimpang, jangan diambil hati yaa)
Dalam abad 18 , 19, dan 20, model trend jenggot masih bertahan di Eropa dan Amerika, coba perhatikan tokoh-tokoh besar seperti Karl Marx dan frederik Engels, dan Lenin kurang beruntung, karena Brewoknya tidak selebat kedua idolanya itu ( Kasihan Lennin, sori sedikit ngelantur). Sebaliknya Stalin lebih fokus pada pemeliharaan kumis, Mao ze dong kurang beruntung, sebab tidak satu rambutpun tumbuh di mukanya, sebab kalau tidak berbakat keturunan, biarpun bertapa setahun dalam hutan, kalau memang tidak berkumis dan berjenggot, tidak akan tumbuh, sekali brewok ya tetap brewok, dan kalau klimis pasti klimis, kecuali memakai penumbuh bulu.
Pada akhir tahun 1990-an, pemuda Eropa yang menganut kepercayaan tertentu memelihara Brewok tipis, mirip Frank Zappa di era 70-an, dan model ini menjadi trend, bahkan sempat masuk menjadi gaya sebagian pemuda tanah air.
Para tokoh nasional indonesia juga banyak yang memelihara jenggot dan kumis, seperti, Imam Bonjol, Agus Salim, Jenderal Gatot Subroto, Ali Sostro Amijoyo, dan banyak lagi. Karena dianggap sebagai symbol dari identitas diri, brewok langsung dilirik oleh kaum oportunis penjual obat penumbuh bulu (alamak, mau bilang bisnis obat saja pake kata-kata panjang). Bahkan sampai kita membaca tulisan ini, obat penumbuh bulu ( baca : jenggot dan Kumis) tetap eksis di koran, tabloid, majalah, media elektronik dan beberapa website, walau di lapak kaki lima sudah jarang ada, mereka lebih menyukai cash and carry, dan bisnis ini tumbuh subur (sepertinya). Para konsumen beranggapan, kalau sudah punya brewok, akan tampil (lebih) Macho.
Ada-ada saja.....
Semoga bermanfaat dan menghibur...
Read More..

FAIR

FAIR

NETWORKED BLOGS

Labels